Kamis, 22 September 2016

Purworejo

 

Kebudayaan yang ada di Purworejo sangatlah banyak. Salah satunya yaitu terjadinya kota Purworejo berasal dari ditemukanya prasasti yang disebut Kayu Ara Hiwang. Prasasti ini ditemukan di Dusun Boro Wetan Kecamatan Banyuurip yang tepatnya di tepi sungai Bogowonto. Dalam Prasarti tersebut diungkapkan bahwa pada tanggal 5 Oktober 901 Masehi telah diadakan upacara yang dihadiri oleh tokoh besar. Upacara itu sebagai pematokan/peresmian dijadikanya tanah Sima (Kayu Ara Hiwang) dan pembebasan dari kewajiban membayar pajak. Dengan diadakan acara tersebut, diwajibkan untuk menjaga tempat suci yaitu parahiyangan dalam prasasti Ara Hiwang. Perlu diketahui bahwa Purworejo lebih dikenal sebagai wilayah Tanah Bagelen. Hal ini karena sangat disegani oleh wilayah lainya.

 
Selain itu Purworejo mempunyai makanan khas diantaranya Kue Lompong, Geblek, Dawet Ireng,  Krimpying, dan Clorot. Jika mendengar kata Clorot maka akan terbayang bentuknya yang unik, susah dipegang dan menclorot. Makanan ini terbuat dari tepung beras dan gula merah. Makanan yang lezat ini dibungkus dengan daun kelapa muda yang dibentuk menyerupai terompet. Tidak perlu diragukan lagi, makanan ini sangat laris di pasaran tepatnya di pasar tradisional.

Ciri khas yang lainya yaitu adanya tari daerah Purworejo yaitu Tari Dolalak. Tarian ini ada karena dahulu banyak orang yang menari-nari dengan menggunakan seragam militer. Sebenarnya tarian ini campuran dari Jawa Tengah dan Jawa Jawa Barat. Tarian ini iringi dengan iringan musik dengan notasi Do Re Mi Fa Sol La Si Do sesuai logat jawa. Dari situlah tarian ini menjadi tarian khas Purworejo dan sangat di budayakan.

Sumber http://www.satujam.com                                                          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar